Nenek Isa dan Masa Tuanya yang Sebatangkara

Hidup sebatang kara Nenek Isa tetap mempunyai semangat hidup yang besar dibanding ketakutannya pada kemiskinan dan penyakit, Kekuatan sabar inilah yang menjadi kunci hidup Nenek Isa, hanya bersyukur dan berserah diri kepada Allah SWT lah sebaik-baiknya bergantung hidup.
Unsuccessful
This campaign failed to reach its funding goal 1 hari ago
0% Funded
  • Rp0 Donated
  • Rp1,000,000 Goal
  • 0 Donors
Time left to donate

About the Campaign

Isa binti aba sudah berusia 71 tahun dan mengidap penyakit gula darah yang sudah di deritanya puluhan tahun,tubuhnya sudah tremor. Ia hidup sendiri di sebuah kontrakan di kawasan Pinang Ranti Jaktim. Suaminya telah lama meninggal dan anak-anaknya sudah pisah hidup dengannya karena sudah berkeluarga dan dibawa suaminya masing-masing.

Untuk makan sehari-hari dia mengandalkan santunan atau pemberian dari tetangga sekitar, pemberian dari anak hanyalah sebesar Rp. 100.000 saja dan itu juga tidak menentu, kadang ada kadang tidak. Karena profesi sang anak hanyalah sebagai pekerja kasar. Makan hanya seadanya membuat kondisi tubuhnya sangat kurus.

Sembari duduk dengan sepasang koyo di jidatnya, saya mencoba bertanya.

“Nek, kalo kambuh nanti bagaimana?”

“Ya, nenek selalu berdoa sama Allah supaya tidak di beri penyakit lagi”

Masya Allah, sungguh besar hati nenek Isa untuk tetap istiqomah dan ikhtiar menjalani masa tua meskipun banyak keterbatasan tetapi dia selalu bersyukur dan menyerahkan semuanya kapada Allah SWT.

Yuk! Salurkan zakat kalian kepada Nenek Isa, tunaikan rukun islam ke 3 dengan cepat dan tepat, karena dengan berzakat harta kita menjadi bersih dan tumbuh.

 

BNI Syariah 0523138865 a/n Quantum Zakat

BCA 3420048032 a/n Nailunniam (CEO Quantum Zakat)

 

 

Informasi lebih lanjut : 08998636060 (Quantum Zakat)

 

Nb: jika anda ingin menitipkan doa kepada Nenek Isa silahkan WA kepada kami untuk doa dan hajatnya.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *