Kesalahan Orang Berpuasa

“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin,Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah)

Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan.

  1. Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan
    Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita :”Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ….”( HR Muttafaqi Alaih). Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja.
  2. mereka yang berpuasa tanpa ilmu. Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah. Dari

Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).
Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukumhukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna.

3. mereka yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata, dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa. Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini :

“Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhori)
Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya. Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

4. mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan, dalam arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Mereka tidak menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda tentang bulan mulia ini : “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan (HR Ahmad).
Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula berusaha untuk bersedekah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula
menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora dimalam hari.

semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahala dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak
terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab

“Dikutip dari Ceramah Ust. Hatta Syamsuddin, Lc”

 

Silahkan Salurkan Donasi Anda Melalui

BNIS 0523138865 an Quantum Zakat

BCA 3420048032 an Nailunniam (CEO Quantum Zakat)

Info Lebih Lanjut Hubungi

0899 863 6060

Nasehat Maulana Syaikh Yosri Rusydi Gabr Al-Hasani Persiapan Memasuki Ramadhan

(18 Sya’ban 1438 H di Sahah Indonesia)
Salah satu dari dua orang sahabat gugur Syahid di medang Perang. Setelah beberapa tahun berlalu, Sahabat yang masih hidup melihat dalam mimpi, ia berada di derajat lebih tinggi dari temannya yang mati syahid. Ia pun heran. Ia mengadukan mimpinya kepada Rasulullah ﷺ. Rasul memecahkan keheranan sahabatnya dengan balik bertanya: “Berapa lama kau menjumpai Ramadhan setelahnya?”. Beliau melanjutkan: “Ramadhan-lah yang membuat derajatmu lebih tinggi dari derajat kesyahidan temanmu”.

Continue Reading

Kunci Sukses Ramadhan

Sahabat Quantum Zakat, Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (QS Baqoroh 183-184)

Ada 5 Kunci Sukses Ramadhan :

  1. Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
    Diantara hikmah puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita, menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti.
  2. Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)”. (HR Ibnu Majah).
  3. Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya
    Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa seperti mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa.
  4. Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan
    Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau menghias hati-hati Ramadhannya dengan : Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir.
  5. Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.

Bulan ramadhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun
seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita :

“adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam,membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya”. (HR Bukhori dan Muslim)

Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kekuatan kepada kita …Aammiin..

Sumber : Hatta Syamsudin, Lc

Yuk.. Sukseskan Ramadhan kita dengan banyak bersedekah.

Salurkan Donasi anda melalui

BNIS 0523138865 an Quantum Zakat

BCA 3420048032 an Nailunniam (CEO Quantum Zakat)

Info lebih lanjut hubungi 0899 863 6060

Pembebasan Hutang Riba Ibu Siti Rokhayah

Alhamdulillah,

Terima kasih kepada para donatur dan muzakki-muzakki zakat yang membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT. Telah diberikan bantuan pempebasan riba kepada ibu siti sebesar Rp. 3.500.000.

singkat cerita, ibu siti sempat mengalami kebingungan harus kemana lagi ketika kakak kandungnya terkena serangan stroke karena memikirkan hutang dan urusan dagang ibu siti. Hanya memiliki uang Rp. 1.000.000 ibu siti dan keluarga di tolak rumah sakit sehingga mengharuskan merawat almarhum dirumah, hingga meninggal. Sempat terfikir untuk menjual ginjalnya agar dapat uang untuk berobat kakak sulungnya tersebut.
Continue Reading

Ta’jil Ramadhan

Ingin pahala puasa berlipat? Mari berbagi ta’jil di bulan suci Ramadhan.

Allah memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong diatas kebaikan dan ketakwaan. Dan termasuk salah satunya adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa, karena orang yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka dan menyegerakan buka puasanya. Apabila dia ditolong dalam perkara ini, maka ini termasuk nikmat dari Allah SWT. Oleh karena itu nabi SAW bersabda :

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun.” (HR.At Tirmidzi)

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi manusia untuk bersemangat memberikan makanan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa dengan kadar semampunya. Apalagi jika mereka membutuhkan.

Yuk…bersedekah di Bulan Ramadhan….

Info lebih lanjut hubungi 0899 863 6060

FP : Quantum Zakat

Salurkan sedekah anda di

BNIS 0523138865 an Quantum Zakat

BCA 3420048032 an Nailunniam

Sedekahmu, Kebahagiaan kita semua…

Quantum Care Untuk Bpk. Sutrisno.

Alhamdulillah,

Terima kasih banyak kepada para donatur dan para muzakki-muzakki yang sudah menginfaqkan hartanya untuk membantu sesama.

Bapak sutrisno bekerja sebagai pedagang asongan di terminal kp. rambutan merantau dari jakarta lalu bermukim nomaden karena seringnya di usir dari kontrakan karena tak mampu membayar. Dengan penghasilan Rp. 30.000 per hari untuk menghidupi ke 6 anaknya yang masih sekolah dan perlu biaya banyak sungguh begitu realitanya.Continue Reading